Di NTT Lagi, Komentar Pedas Netizen: "Biar Dia Mati, Agar Jangan Bikin Sial Orang Lain"

Di NTT Lagi, Komentar Pedas Netizen: "Biar Dia Mati, Agar Jangan Bikin Sial Orang Lain"

 

Kecelakaan di NTT, netizen malah tidak ada rasa iba terhadap korban. Hal itu bukan tanpa alasan, soalnya, pengemudi mobil hitam itu mengemudi dalam keadaan mabuk miras dan menabrak truk sampah. Masih beruntung tabrak, truk sampah, kalau tabrak pengendara motor, bisa jatuh korban jiwa lebih banyak. 

"Beruntung dia tabrak truk sampah, bagaimana kalau tabrak pengendara motor atau pejalan kaki. Orang bisa mati. Jadi orang begitu, biar mati saja, agar jangan bikin sial kasi oragn lain lagi nanti. Kalau sudah tau ada mabuk, tolong jangan bawa kendaraan, agar jangan bikin celaka orang lain. Pelajaran untuk semua para pemabuk sial dimana pun berada". Komentar seorang warganet. 



Pengemudi Mabuk Miras, Mobil Toyota Innova Tabrak Truk Sampah di Manggarai Barat



digtara.com -Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Sebuah mobil Toyota Innova nomor polisi EB 1162 GB menabrak bagian belakang kendaraan roda enam yang merupakan truk sampah di kawasan Kampung Air, tepatnya di depan Cabang Pasar Lama, Kelurahan Labuan Bajo, Minggu (1/2/2026) pagi.


Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 05.30 Wita tersebut diduga kuat dipicu oleh kondisi pengemudi Innova yang berada di bawah pengaruh alkohol serta melaju dengan kecepatan tinggi.

"Pagi tadi, sebuah kecelakaan melibatkan kendaraan roda empat dan roda enam terjadi di persimpangan Pasar Lama, Kampung Tengah, yang berlokasi tepat di depan Kampung Mart," kata Kasat Lantas Polres Mabar, AKP I Made Supartha Purnama dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

Kejadian bermula saat truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup nomor polisi EB 970 WP yang dikemudikan Agustinus Andur (58) melaju pelan dari arah Kampung Ujung menuju Kampung Air.

Saat itu, Agustinus bersama dua rekannya tengah bersiap menepi untuk mengangkut sampah di pinggir jalan.

Secara tiba-tiba dari arah yang sama, sebuah Toyota Innova yang dikemudikan Ferdinandus Orgis meluncur deras.


Tanpa sempat mengerem, moncong Innova menghantam keras bagian belakang truk sampah tersebut.



"Menurut saksi mata, kecelakaan bermula saat truk sampah sedang melambat untuk mengambil sampah di pinggir jalan. Tak lama kemudian, sebuah mobil Innova menabrak bagian belakang truk dengan keras hingga mengalami kerusakan berat di bagian depan," jelasnya.

Berdasarkan olah TKP awal dan keterangan pihak kepolisian, pengemudi Innova, Ferdinandus Orgis diduga tidak mampu mengendalikan kendaraannya karena kurang berhati-hati dan terpengaruh minuman keras.

"Kecelakaan diduga terjadi akibat pengemudi kendaraan roda empat (Innova) melaju dengan kecepatan tinggi, kurang berhati-hati, serta berada di bawah pengaruh alkohol," ujar Kasat Lantas.



Meski demikian, fakta di lapangan juga menunjukkan adanya kelalaian dari sisi armada kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat itu.

Truk sampah yang terlibat diketahui tidak dilengkapi dengan lampu belakang atau lampu rem yang berfungsi, sehingga memperkecil visibilitas kendaraan di belakangnya, terutama pada kondisi cuaca mendung di pagi hari.





"Truk sampah tersebut tidak dilengkapi dengan sistem pencahayaan atau lampu indikator belakang yang memadai, meliputi lampu rem, lampu parkir, serta lampu penanda arah (sein) yang tidak tersedia," ungkapnya